Langsung ke konten
Regol Donopratono dan arca penjaganya di Keraton Yogyakarta

Kota Yogyakarta

Kota sultan: Keraton, Taman Sari, dan Malioboro

Yogyakarta, yang akrab disebut Jogja, didirikan pada 1755–1756 sebagai ibu kota kesultanan baru setelah pembagian Kerajaan Mataram. Sebagai daerah istimewa, kota ini masih dipimpin sultan yang sekaligus menjabat gubernur, dan kawasan keraton berbenteng tetap menjadi jantung kota.

Ini kota pelajar, seniman, dan perajin, sekaligus kota abdi dalem: batik, perak Kotagede, wayang kulit, dan gamelan semuanya masih hidup di sini. Bagi pengunjung Jomblang, Jogja adalah pangkalan yang tak terhindarkan dan sangat menyenangkan, dengan hotel segala kelas, kuliner yang kaya, dan sambungan transportasi ke seluruh Jawa.

Pada 2023 UNESCO menetapkan tata kota bersejarah utara–selatan — garis dari Tugu melalui Malioboro dan Keraton hingga Panggung Krapyak — sebagai “Sumbu Filosofi Yogyakarta”.

Yang bisa dilihat dan dilakukan: Kota Yogyakarta

Keraton

Istana sultan berupa rangkaian bangsal dan halaman yang lapang, dengan ruang museum pusaka kerajaan dan, pada pagi tertentu, pertunjukan gamelan, tari, atau wayang. Umumnya hanya buka pagi hingga awal siang.

Taman Sari

“Istana air” abad ke-18 — kolam pemandian, menara tempat sultan konon memandang, lorong-lorong, dan masjid bawah tanah melingkar Sumur Gumuling — berjarak sepuluh menit jalan kaki dari keraton.

Malioboro

Jalan utama kota, kini makin ramah pejalan kaki pada malam hari, untuk batik, cendera mata, musisi jalanan, dan lesehan hingga larut. Pasar Beringharjo di ujung selatannya paling enak dikunjungi pagi hari.

Makan gudeg

Hidangan khas Jogja: nangka muda yang dimasak berjam-jam dengan gula jawa dan santan, disajikan dengan nasi, telur, dan sambal goreng krecek. Jalan Wijilan dipenuhi rumah makan gudeg.

Prawirotaman dan Kotagede

Yang pertama adalah kampung turis dengan kafe, penginapan, dan agen tur; yang kedua kota tua perajin perak dengan makam raja-raja Mataram.

Hiasan topeng penjaga berlapis emas di sebuah bangsal Keraton YogyakartaKolam pemandian dan air mancur Taman SariDeretan toko dan lalu lintas di Jalan Malioboro saat senjaPengemudi becak mengayuh di sebuah jalan di Yogyakarta

Cara menuju Kota Yogyakarta

  • Lewat udara: Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) berada di Kulon Progo, sekitar 45 km di barat kota. KA Bandara menghubungkannya dengan Stasiun Tugu dalam kira-kira 40 menit; bus dan taksi butuh 1–1,5 jam.
  • Dengan kereta: Stasiun Tugu, di ujung utara Malioboro, melayani kereta dari Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Solo.
  • Ke Jomblang: lihat cara dari Yogyakarta ke Goa Jomblang.

Tips dari kami

  • Keraton dan Taman Sari tutup menjelang sore dan pernah punya hari tutup mingguan; datanglah pagi dan cek hari bukanya.
  • Aplikasi transportasi daring berjalan baik di kota dan merupakan cara termudah berkeliling; dengan becak, tawar-menawar sudah lazim.
  • Waspadai orang asing ramah yang mengarahkan Anda ke “pameran batik yang tutup hari ini”. Itu trik penjualan lama.
  • Menginaplah di sisi selatan atau timur kota bila berangkat pagi ke Gunungkidul penting bagi Anda — lihat tempat menginap.

Tur & tiket terbaik untuk Kota Yogyakarta

Pengalaman berulasan terbaik ini adalah cara termudah mengunjungi Kota Yogyakarta dari Yogyakarta:

Kolam pemandian dan air mancur di Taman Sari, Yogyakarta Tur jalan kaki mulai $16
🕒 1,5–4 jam 📍 Dari Pusat Kota Yogyakarta ⭐ 4.8 (61)

Yogyakarta: Tur Berpemandu Keraton dan Taman Sari

Perkenalan ringkas dengan Yogyakarta kerajaan sambil berjalan kaki: istana sultan, taman air abad ke-18, dan gang-gang di antaranya, bersama pemandu yang dapat menjelaskan “sumbu filosofi” utara–selatan kota ini. Pas untuk pagi setelah hari Anda di gua.

  • Keraton, yang masih menjadi kediaman sultan
  • Kolam, lorong, dan masjid bawah tanah Taman Sari
  • Rombongan kecil dengan pemandu lokal
Tugu putih di persimpangan jalan pusat Kota Yogyakarta Transportasi privat mulai $40 per grup
🕒 10 jam 📍 Dari Yogyakarta (dijemput di hotel) ⭐ 5.0 (9)

Yogyakarta: Sewa Mobil Privat dengan Pengemudi 10 Jam

Pilihan paling fleksibel: mobil dan pengemudi selama sepuluh jam, ke mana pun Anda mau. Inilah cara termudah menuju Jomblang secara mandiri dan menambah Nglanggeran, pantai, atau Sri Gethuk di jalan pulang. Tiket masuk Anda bayar sendiri, termasuk tiket Jomblang di lokasi.

  • Mobil sendiri dengan pengemudi berbahasa Inggris
  • Susun sendiri rute Gunungkidul Anda
  • Harga per mobil, bukan per orang
Penari berkostum mementaskan Sendratari Ramayana di panggung terbuka Prambanan Pertunjukan malam mulai $19
🕒 2–8 jam, tergantung pilihan 📍 Dari Prambanan / Yogyakarta ⭐ 4.7 (126)

Yogyakarta: Sendratari Ramayana Prambanan

Kisah Ramayana dalam tari Jawa, di panggung di samping Prambanan. Pada bulan-bulan kering, pertunjukan biasanya digelar di luar ruangan dengan menara candi bercahaya di belakang para penari; di luar itu dipindah ke gedung tertutup. Malam yang ringan setelah pagi di dalam gua.

  • Drama tari Jawa dengan iringan gamelan langsung
  • Panggung terbuka berlatar candi bercahaya pada musim kemarau
  • Opsi kunjungan candi sore hari dan jemputan hotel

Ketersediaan terkini: tur di sekitar Kota Yogyakarta

Powered by GetYourGuide
Rencanakan petualangan di Yogyakarta

Berdiri di bawah cahaya surga

Kuota masuk gua terbatas setiap pagi. Bandingkan tur Jomblang dengan ulasan terbaik dari Yogyakarta, tambahkan Pindul, Pantai Timang, atau candi, lalu pesan dalam beberapa ketukan.

Perlu diketahui

Tanya jawab Kota Yogyakarta

Pertanyaan yang sering diajukan

Berapa hari yang dibutuhkan di Yogyakarta?

Tiga hari penuh adalah minimum yang baik: satu untuk Borobudur dan Prambanan, satu untuk Jomblang dan Gunungkidul, satu untuk kota. Tambah hari keempat untuk Merapi atau pantai.

Apakah Yogyakarta pangkalan yang baik untuk Goa Jomblang?

Ya. Hampir semua tur berangkat dari hotel di kota, dan perjalanannya 1,5–2 jam sekali jalan. Menginap di Wonosari lebih dekat tetapi jauh lebih sepi.

Apakah Yogyakarta sama dengan Jogja atau Jogjakarta?

Ya. Semuanya ejaan dan sebutan untuk kota yang sama; “Yogyakarta” adalah bentuk resminya dan “Jogja” sebutan sehari-hari.